Langsung ke konten utama

Postingan

Melewati 100 Hari di Tempat Ini

PROGRAM 100 hari pertama yang dijalankan oleh seorang supervisor asisten psikolog UPP memang baru awal dilakukan. Posisi supervisor asisten psikolog memang masih baru di UPP. Saya adalah orang yang berada diurutan kedua di posisi ini. Awalnya, setahun yang lalu, periode April 2014, dipegang oleh Mbak Laili Alwina. Kemudian kini dipegang oleh saya. Posisi ini jelas berbeda dengan posisi asisten psikolog. Saya juga pernah merasakan menjadi asisten psikolog di periode April 2013 – Maret 2014 silam. Saat itu saya memegang posisi koordinator asisten psikolog. Dan belum ada jabatan supervisor asisten psikolog. Kini semua sudah berganti. Posisi ini jelas memiliki tanggung jawab yang berbeda dengan asisten psikolog UPP. Untuk supervisor ini, saya bertanggungjawab langsung kepada Kepala UPP dan bahkan kepada Fakultas dan Universitas. Hal ini pula yang mendasari saya untuk membuat program 100 hari pertama. Di program 100 hari pertama saya gunakan untuk mengenal kembali suasana...

Membanding

AHAD pagi ini matahari bersinar terang. Sangat nyaman dan tidak terlalu menyorot panas. Seperti biasa saya sudah siap sejak pagi, mulai dari mandi dan sarapan. Hingga bersiap untuk pergi ke loper koran untuk mendapatkan harian Ahad pagi yang lebih ringan. Koran Ahad pagi selalu menawarkan sudut pandang berbeda tentang kehidupan di Republik ini, yang penuh dengan kegaduhan. Menelpon Pagi ini, setelah sarapan dengan sepiring nasi berlaukan telur dadar dan secangkir teh hangat, saya mesti mengantarkan saudara saya ke tempat cukur rambut. Saya teringat untuk mengambil koran langganan di kantor tempat saya bekerja. Jadi saya putuskan, setelah men-drop kakak saya di tempat cukur, langsung saya menuju kantor. Seperti biasa, koran sudah ada di pos satpam. Setelah sedikit berbincang dengan satpam yang berjaga, saya teringat untuk menelpon seorang kawan. Saya ingin mengkonfirmasikan apakah kiriman saya sudah sampai belum ke dirinya. Lalu saya cari nama kontak di gawai, lalu menelp...

UPP Esok

RASANYA baru kemarin saya meninggalkan tempat ini. Sebuah tempat dimana saya dapat merasakan apa itu dedikasi dan integritas secara maksimal. Sebuah tempat yang menempa saya untuk semakin pandai berinteraksi dan berkomunikasi dengan berbagai macam tipe orang. Sebuah tempat yang saya rindukan untuk kembali. Akhirnya memang saya kembali lagi. Setahun sudah saya meninggalkan tempat ini. Tempat ini bernama Unit Pelayanan Psikologi (selanjutnya dituliskan dengan “UPP”). Setahun yang lalu, saya sempat berhenti sejenak di sebuah kota antara Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing, Temanggung. Sebuah kota yang sejuk, dingin, bersih, dan ramah. Waktu saya tidak lama, hingga akhirnya datang tawaran untuk kembali ke UPP lagi. Setahun itu pula, segalanya berubah di UPP. Meski tetap menyisakan beberapa momen masa lalu. Momen dimana saya dan tim asisten psikolog era saya dulu, berjuang dan menyisihkan waktu untuk memuluskan semua proyek yang datang. Semua gambaran pengalaman itu masih berp...