Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Sisi Lain Senayan

Pujian Berlebihan Bisa seperti Gula

Sebelum meninggalkan London, Inggris, Minggu (4/11), Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menjelaskan semua kegiatan yang dilakukannya bersama anggota delegasi selama di Inggris tiga hari tiga malam. Penjelasannya disampaikan sistematis, runtut, dengan bahasa seorang intelektual. Setelah ia bicara para wartawan diberi kesempatan bertanya atau menyampaikan usul atau pendapat. Kali ini wartawan yang bicara adalah Primus Dorimulu ( Suara Pembaruan ), Aro Kamal Rokan ( Jurnal Nasional ), “seorang wartawati yang tak mau disebutkan namanya”, serta seorang “wartawan yang tidak dikenal dan tidak mau disebut namanya”. Mereka tidak bertanya, tetapi menyampaikan pendapat, harapan, doa, dan canda. Asro, antara lain, mengharapkan apa yang dilakukan Yudhoyono saat ini bisa dilanjutkan presiden mendatang. “Betapa malangnya bangsa ini bila presiden mendatang tidak dapat melanjutkan keberhasilan saat ini,” ujar Asro. Wartawati jelita yang tidak mau disebut namanya mengatakan, saat ini Ind...

Antara Kharis Suhud, Try Sutrisno, dan AM Fatwa

Di tengah suasana Idul Fitri 1433 Hijriah, Senin (20/8), mantan Wakil Presiden Try Sutrisno dan anggota Dewan Perwakilan Daerah, AM Fatwa, hadir di Taman Makam Pahlawan, Kalibata, Jakarta. Mereka menghadiri pemakaman Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat/Dewan Perwakilan Rakyat periode 1987-1992 Kharis Suhud yang meninggal karena sakit. Siang itu, Try dan Fatwa duduk berdampingan di deretan paling depan kursi pelayat. Baju mereka juga sama, batik dengan warna dasar hijau. Bedanya, Try memakai batik lengan panjang, sedangkan Fatwa mengenakan batik lengan pendek. Kharis, Try, dan Fatwa saling berhubungan. Fatwa mengaku sebagai anggota legislatif sering menerima masukan dari Kharis yang hingga saat-saat akhir hidupnya masih sering berkunjung ke kompleks parlemen. Kharis yang terakhir berpangkat letnan jenderal purnawirawan itu adalah senior Try di TNI. Saat Kharis menjadi ketua parlemen, Try Sutrisno menjadi Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad) dan kemudian Panglima TNI pada 1988-1...