Foto: JPNN.com Pemilihan Gubernur DKI Jakarta berakhir dengan melahirkan para kesatria. Ini memberi harapan bahwa Indonesia ke depan bisa lebih baik jika dijadikan barometer dan pelajaran berharga. Tak ada kerusuhan dan mudah-mudahan tak ada saling gugat, karena para kesatria sudah berada dalam posisinya yang benar. Joko Widodo alias Jokowi – nama populernya – kesatria yang lugu. Ia tak meledak-ledak, bicaranya tidak begitu “tinggi”, apa adanya. Kalau masih ingat Ali Sadikin memimpin Jakarta, suara Bang Ali menggelegar, ia kesatria yang gagah, keras, tegas, dan jika perlu kasar – dengan menempeleng orang, misalnya. Bang Ali menghalalkan judi untuk pembangunan, dan Jakarta pun berbenah cepat. Zaman itu Jakarta memerlukan kesatria seperti Ali Sadikin, dan kita tahu bahwa Bang Ali adalah gubernur yang nyaris jadi legenda. Dibandingkan dengan Ali Sadikin, Jokowi sama sekali berbeda. Kesatria Solo ini jangankan bicara meledak-ledak, mengucapkan pernyataan saja seperti ti...
Kumpulan catatan, kliping, dan tulisan pribadi. Menjaga ingatan dalam rangkaian tulisan.