Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2015

Anda Pasti Bisa...

BEBERAPA hari lalu saya sempat kebingungan mencari kawan untuk ikut sebuah pelatihan di Bekasi. Bukan karena saya orang yang sedikit kawan, tapi karena sebagian besar kawan saya sudah kembali ke kampungnya atau merantau di daerah lain. Disaat-saat seperti itulah saya mulai membuka kembali daftar kontak nomor di handphone saya. Ada satu nama yang muncul, dan membuat pikiran saya terbang mundur ke satu tahun yang lalu. BERUSAHA Saya mencoba mengirimkan sebuah pesan teks. Sempat ragu juga karena sudah beberapa kali pesan saya tak terbalas. Saya teringat bahwa kawan saya ini sangat berminat bila diajak mengikuti sebuah pelatihan. Mungkin dia-lah kawan perjalanan saya nantinya. Pesan telah saya kirimkan. Dan tidak ada balasan hingga berjam-jam berikutnya. Hingga akhirnya balasan itu datang juga. Batin saya seakan langsung berteriak, inilah saatnya mengajaknya!. Sebelumnya, pelatihan yang akan saya ikuti ini sangat menarik. Selain karena berkaitan dengan karir yang menjadi

Selamat Jalan Pak Dhe...

  SORE tadi hujan masih turun di luar. Hanya gerimis, namun petir tak berhenti menyambar. Saya saat itu sendirian di kost. Memikirkan ide tulisan selanjutnya. Tiba-tiba handphone saya berdering. Ibu saya menelepon... Tidak seperti biasa, suara ibu saya serak. Seperti suara orang yang sesenggukan karena menangis. Batin saya bertanya, ada apa.. Belum sempat saya bertanya, ibu saya memberitahukan berita itu. Sebuah berita yang mengagetkan dan mengejutkan. Petir menyambar di luar.. Ibu saya mengatakan bahwa Pak Dhe Topo meninggal sore tadi. Pak Dhe Topo adalah kakak pertama dari ibu saya. Seorang yang paling dituakan di keluarga besar kami, karena saya sudah tidak memiliki kakek nenek. Sosok Pak Dhe bagi adik-adiknya, termasuk bagi ibu saya, merupakan sosok yang paling dihormati. Sesaat setelah mendengar kabar itu, saya hanya termenung. Ingatan saya kembali ke waktu yang lalu, waktu dimana saya masih kecil. Sebuah kenangan yang tidak akan terlupa. *** Waktu itu saya baru aka

Pilih Mana, Menjadi Driver atau Passenger?

Foto: Pribadi SAYA sebelumnya belum pernah memiliki buku karangan Rhenald Kasali. Yang saya tahu, Bapak Rhenald ini cukup sering menulis di harian Jawa Pos. Saya sudah lama tidak membaca Jawa Pos lagi, hampir satu tahun, jadi saya tidak tahu apakah beliau masih aktif menulis di harian tersebut. Salah satu artikel yang pernah saya baca, kalau tidak salah ingat, tetap sekitar pembahasan tentang pengembangan diri. Maaf jika salah, pikiran saya ini terlalu mini.. Tentang buku ini, saya tertarik dengan tag tulisan di bagian cover. Tertulis seperti ini, Inilah yang diajarkan para CEO tangkas kepada kaum muda dan eksekutifnya agar keluar dari perangkap passenger. Dalam pikiran saya langsung muncul beberapa pertanyaan, memangnya apa yang diajarkan para CEO itu?, Apa itu “perangkap passenger?”, dan karena judul buku itu “Self Driving; Menjadi Driver atau Passenger?”, maka pertanyaan lanjutannya Bagaimana melakukan Self Driving yang benar? Jadi hanya sekedar melihat cover buku itu