Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2009

7 Pedoman Untuk Meningkatkan Kreativitas

Semua orang rasanya ingin menjadi kreatif, atau setidaknya menilai kreativitas sebagai sesuatu yang positif. Di sisi lain, masih banyak pula pihak yang menentang atau memandang sebelah mata aktivitas kreatif itu sendiri. Majalah Scientific American Mind Edisi Juni-Juli 2008 menurunkan liputan mengenai diskusi panel para ahli yang membahas mengenai hal ini, berikut beberapa tips sederhana untuk mengembangkan kreativitas anda. Menurut Robert Epstein, seorang penulis buku-buku kreativitas, pendidikan formal adalah salah satu biang keladi pembatas kreativitas manusia sejak dini. Selain itu, masih kuatnya pandangan negatif orangtua terhadap prospek pekerjaan di industri kreatif (misalnya film, sastra, atau desain grafis) juga membuat banyak anak muda merasa kemampuan kreatif hanya pantas didalami oleh orang-orang tertentu saja. Padahal, hal itu tidak benar. Seperti yang ditekankan oleh John Houtz, seorang psikolog, kreativitas tidak terbatas pada kreativitas besar (big ‘C’) yang sifatnya ma

10 Kepribadian Ganda Orang Kreatif

Beberapa orang kreatif itu memang juga sekaligus gila, tapi tentu tidak semuanya. Rasanya kita tahu beberapa kisah mengenai tokoh-tokoh kreatif yang sebenarnya baik-baik saja, tapi pada awal karirnya dikira kurang waras atau pada masa kecilnya malah dianggap agak idiot. Hingga kini, bahkan ekspresi kekaguman kita terhadap manusia semacam ini berbentuk gelengan kepala yang menunjukkan sejumput rasa tidak percaya dan tidak mengerti. Apa yang membuat kita sulit sekali untuk memahami mereka? Menurut Mihaly Csikszentmihalyi, seorang pakar kreativitas yang telah 30 tahun meneliti kehidupan orang-orang kreatif, kesalahpahaman dalam menghadapi mereka sering timbul karena pada dasarnya individu yang kreatif memang memiliki kepribadian yang lebih kompleks dibanding orang lain. Jika kepribadian manusia biasa pada umumnya memiliki kecenderungan ke arah tertentu, maka kepribadian orang kreatif terdiri dari sifat-sifat berlawanan yang terus-menerus ‘bertarung’, tapi di sisi lain juga hidup berdampin

Tips melaksanakan resolusi tahun baru lebih efektif

Anda sudah membuat resolusi tahun baru? Bagaimana pencapaian resolusi tahun baru anda kemarin? Atau anda seperti saya: tidak pernah membuat resolusi tahun baru karena sudah pesimis duluan akan kemampuan diri sendiri dalam mencapainya tidak percaya kalau metode memotivasi diri semacam itu akan berhasil memberi dampak pada hidup kita? Memang belum ada penelitiannya, tapi saya yakin kalau 80 hingga 90 persen orang yang membuat resolusi tahun baru gagal mencapainya, sementara 60 hingga 70 persen orang yang membuat resolusi tahun baru bahkan tidak pernah mencoba mencapainya sama sekali (sudahkah saya peringatkan anda kalau saya orangnya pesimis? ). Apakah itu berarti membuat resolusi tahun baru adalah hal yang percuma dan sia-sia belaka, atau sebenarnya selama ini cara kita membuat resolusilah yang salah? Mungkin saja yang terakhirlah yang terjadi, kalau melihat tips-tips berikut dan membandingkannya dengan bagaimana kebanyakan orang biasanya membuat resolusi. Bukti Tertulis. Buat

Pria tampan dan kaya kurang disukai wanita....

Apa yang menjadi kriteria terpenting bagi wanita dalam memilih pasangan untuk jangka panjang (baca: suami)? Akan ada banyak variasi jawaban untuk pertanyaan yang satu ini, namun rasanya hanya sedikit sekali yang akan menempatkan faktor tampang atau penghasilan sebagai yang nomor satu. Tapi, seandainya para wanita diperbolehkan untuk membayangkan suami impiannya, kedua faktor tersebut pastilah akan masuk bersama-sama dengan kriteria terpenting mereka. Bagaimanapun juga, siapa sih yang nggak mengangankan pasangan yang sempurna? Jawabannya adalah: kebanyakan wanita, menurut sebuah penelitian terbaru. Para peneliti psikologi evolusioner berpendapat bahwa ketertarikan wanita, yang sekilas terlihat dangkal, terhadap wajah yang tampan dan dompet yang tebal sebenarnya memiliki akar evolusi yang mendalam. Pemilik wajah yang tampan diasosiasikan memiliki gen yang bagus dan kuat, sementara status ekonomi yang tinggi membuat anak (penerus gen orangtua) dapat dirawat sebaik mungkin. Namun, Majalah

How to get a girlfriend....

You know it’s funny that a lot of guys who aren’t even dating on a regular basis are trying to figure out how to get a girlfriend when instead they should be learning how to get a girl’s number. If you’re clever, you already spotted step 1 to getting a girlfriend: go on dates. Dates can be thought of as a trial period for couples to see if you want to get to know another person or not. The first date being the most important of them all as it sets the tone for the rest of the relationship, no pressure! It doesn’t matter where you get the date, personals, through friends or even randomly meeting someone during the day using some crafty pick up lines, it’s the first date that counts the most. When dating, each subsequent date must progress more and more. If the first date as great and the second is a flop, then you can kiss (or not) that potential girlfriend goodbye. Ideally, you would want to become closer with your date every time you go out together. In other words, the third date

Menangani Rekan Kerja yang Menyebalkan

SIAPA pun tentunya enggan jika harus banyak berhubungan dengan rekan kerja yang menyebalkan. Tapi sebagai sebuah tim kerja, tentu Anda tak bisa menghindari untuk berkomunikasi dengannya. Mau tak mau, Anda tetap harus menjalin komunikasi dengan rekan kerja yang sulit diajak bekerja sama tersebut, baik karena kepribadiannya yang tidak menyenangkan maupun karena hasil kerjanya yang buruk. Tentu saja butuh strategi khusus untuk menangani rekan kerja seperti ini. Karena jika tidak, hal tersebut akan berpengaruh pada hasil kerja Anda dan kerja tim secara keseluruhan. Seperti apa kira-kira tipe rekan kerja yang menyebalkan dan cara mengatasinya, berikut daftarnya. Tukang ngoceh Sekilas, tipe rekan kerja seperti ini adalah teman yang menyenangkan. Dia ramah, mudah bergaul, dan senang bercerita. Sayangnya, kegemarannya bercerita tentang dirinya atau apa pun yang ada di pikirannya selalu mengganggu konsentrasi rekan kerja lain yang sedang bekerja. Cara mengatasinya, sebaiknya bicara ke

Cara Tepat Menyikapi Kritikan

TAK selamanya orang bisa menerima kritikan. Padahal, kritikan adalah penilaian langsung mengenai apa yang ada pada hasil karya kita. Pernahkah Anda mendengar sebuah pernyataan, "kalau mau maju harus bisa terbuka"? Ya, sikap terbuka yang dimaksud adalah sikap sabar dan berjiwa besar untuk menerima setiap kritikan yang masuk. Umumnya, kritikan kurang bisa diterima. Tapi sadarkah Anda kalau orang sudah memberikan kritikan atas hasil karya kita, itu artinya ada sesuatu yang kurang pada hasil karya tersebut. Dan satu lagi, dengan adanya kritikan, bukan berarti hasil karya Anda jelek. Sebaliknya, kritikan menunjukkan hasil karya Anda mendapat perhatian dari orang lain. Lantas, bagaimana caranya agar kita bisa menerima kritikan? Bagaimana pula cara menyikapinya. Berikut hadirkan beberapa tip menyikapi kritikan:   Rindu kritik Tidak mudah untuk menerapkan poin yang satu ini. Kebanyakan orang justru enggen menerima kritikan. Apalagi kalau sudah punya perasaan egois dalam dirinya