Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2015

Jika Tak Dikejar, Jodoh Pun Lari

TULISAN diatas adalah judul headline dari Harian TEMPO Ahad yang terbit empat Oktober lalu. Tema yang diangkat tentang biro jodoh dan seluk beluk didalamnya. Mulai dari latar belakang pendirian biro hingga metode yang digunakan untuk mempertemukan antara dua insan. Saya sendiri awalnya kaget membaca judul itu. Sampai segitunya TEMPO mengangkat tema tentang biro jodoh. Mungkinkah keberadaan biro jodoh saat ini memang sudah menjadi sebuah gaya hidup (lifestyle) dikalangan manusia negeri ini? sampai-sampai TEMPO mengangkatnya menjadi tema utama. Membaca paragraf pembuka ( lead ) saya makin tertegun. Bukan karena keadaan saya yang saat ini masih lajang. Kalau kata anak muda jaman sekarang namanya “Jomblo”. Saya tertegun dengan tulisan lead itu. Tertulis seperti ini: Jumlah lajang di negeri ini terus meningkat dan mereka tak segan menggunakan biro jodoh untuk menemukan pasangannya... Poin perhatian saya jatuh di kata-kata “Jumlah lajang terus meningkat” dan “Tak segan m